Kamu Kok GOBLOK Sih!

     Kalimat yang terdengar sangat kasar, yang sering terlontar dari mulut orang-orang pekerja atau hanya sekedar candaan ketika kita main bersama teman-teman. Kalimat "Kamu kok GOBLOK sih!" ini tidak ditujukan kepada siapa-siapa, hanya ditujukan kepada diriku sendiri. Sengaja ditulis hanya sekedar untuk memaksa diri sendiri untuk keluar dari zona yang selama ini dijalani. Mencari jalan untuk keluar dari zona yang selama ini terasa nyaman dan melalaikan.
     Kenapa GOBLOK yang dipilih? Saya tahu bahwa di dunia ini, tidak ada manusia yang GOBLOK. Hanya ada manusia yang malas sehingga jauh dari potensi yang dimilikinya. Manusia yang hanya mau mencoba dan memilih, mana yang menurutnya nyaman untuk dijalani sehingga lupa bahwa potensi diri harus digali dan dikembangkan dengan cara yang tidak biasa. Potensi diri akan terus mengkerdil ketika seseorang tak mau bangkit dari keadaan nyaman yang sekarang dijalaninya. Mungkin ini yang sedang saya jalani, menjalani kehidupan hanya dengan cara yang biasa-biasa saja. Mengubur potensi yang mungkin ada dengan hal-hal yang melalaikan, berdiri hanya di satu titik dan tak berusaha menggali potensi yang masih terpendam. Tidak ada usaha untuk mengangkat kaki dari zona yang selama ini begitu nyaman dan melalaikan sehingga tak ada hal luar biasa yang datang dalam hidup.
     GOBLOK mungkin bukan istilah yang bagus untuk dijadikan cambuk. Memang benar, mungkin juga tidaklah pantas diucapkan karena aku tau manusia diciptakan dengan beragam keunikannya sehingga tidak ada manusia yang memiliki kesamaan antara manusia satu dengan yang lainnya. Masing-masing manusia itu keren dengan segala potensi yang dimilikinya.
      Saya masih ingat sama apa yang terjadi pada hidup saya, saya itu  orang yang selalu lalai. Gak tau kenapa, ketika yang lainnya begitu kuat semangatnya dan menggebu-gebu. EH, saya malah santai dan lalai. Yah, hal-hal kecil kayak gini yang malah jadi bumerang buat diri sendiri bahkan menjatuhkan diri secara perlahan. Aneh ya, manusia kok gini. Gak mau dibilang GOBLOK sama orang lain tapi menugGOBLOKkan diri sendiri dengan hal-hal yang semestinya gak dilakuin. Bukannya yang seperti ini sama kayak mendzolimi diri sendiri ya, istilah lainnya jahat dan gak menyayangi diri sendiri gitu kan. Miris kan ya, sama diri sendiri aja gak sayang.
    Yah, memang seperti inilah saya. Belum mampu untuk melawan diri sendiri, melawan diri sendiri yang dimaksud disini dari segi positif ya, bukan kayak yang disebut diatas, melawan diri sendiri dengan cara menjatuhkan diri, namun mampu mengeluarkan diri sendiri dari zona yang lebih baik untuk mencapai suatu pencapain besar dan mengembangkan potensi yang mungkin sangat besar ketika saya mau mengusahakannya.
    Gak tau deh, dengan cara apa gitu saya bisa keluar dan melawan diri ini ke arah yang lebih baik. Apa gak cukup ya pengorbanan besar orang tua selama ini untuk menjadi alasan saya berkembang dan berjuang keras. Saya yang GOBLOK ini hanya mampu memerangi diri sendiri dan membuat bangga orang tua saya. Yah, sekali lagi, kenapa saya bilang, mengGOBLOKkan diri sendiri dengan cara yang simple namun dampak buruknya begitu besar berpengaruh ke kehidupan.
     Yang saya mau bilang sama diri saya, ayolah mau sampai kapan mau mengGOBLOKkan diri saya sendiri dengan cara yang GOBLOK tanpa mau merubahnya. Give me one spirit and I'll spread it to another one. Hope, one day I can change my life for better life. I hope soon.

Komentar